Mengobati Tubuh, Merawat Jiwa: Benevolent Imperialism Hendrik Freerk Tillema dalam Misi Kesehatan Kristen di Era Kolonial

Authors

  • Anggi Maringan Hasiholan Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.46929/graciadeo.v8i1.273

Keywords:

benevolent imperialism, Christian mission, ethical colonialism, Hendrik Freerk Tillema, sanitation, kolonialisme etis, misi Kristen, sanitasi

Abstract

This study analyzes the role of Hendrik Freerk Tillema (1870–1952) as a non-verbal Christian missionary agent within the framework of Dutch ethical colonialism in the Dutch East Indies. Through sanitation projects, healthy housing, and urban planning in Semarang and Bandung, Tillema embodied what is known as benevolent imperialism—a form of domination disguised in the language of compassion and service. He integrated Evangelical values into social and medical reforms, turning the body and space into loci of mission. However, his interventions also carried hegemonic dimensions, embedding Western moral standards into indigenous life. This study employs postcolonial and public theology approaches to interpret the ambiguity of Tillema’s role: as both savior and ruler. Consequently, this research presents a new interpretation of Christian mission history that is more critical, contextual, and reflective of the complex interplay between power and service. The study finds that while his interventions improved public health, they also served as tools of colonial discipline by reshaping native bodies and spaces. Tillema’s legacy embodies a dual mission—promoting social uplift while reinforcing Western moral order. This research advocates for a nuanced postcolonial reading of Christian mission, particularly in contexts where benevolence and domination are inextricably intertwined.

 

  

Abstrak

Penelitian ini menganalisis kiprah Hendrik Freerk Tillema (1870–1952) sebagai agen misi Kristen non-verbal dalam kerangka kolonialisme etis Hindia Belanda. Melalui proyek sanitasi, perumahan sehat, dan tata kota di Semarang dan Bandung, Tillema menjalankan apa yang disebut benevolent imperialism—dominasi kekuasaan yang dibungkus dalam bahasa kasih dan pelayanan. Ia mengintegrasikan nilai-nilai Injili dalam reformasi sosial dan medis, menjadikan tubuh dan ruang sebagai locus misi. Namun, intervensinya juga membawa dimensi hegemonik, menyisipkan standar moral Barat ke dalam kehidupan pribumi. Kajian ini menggunakan pendekatan postkolonial dan teologi publik untuk menafsirkan ambiguitas peran Tillema: sebagai penyelamat sekaligus penguasa. Dengan demikian, penelitian ini menawarkan pembacaan baru atas sejarah misi Kristen yang lebih kritis, kontekstual, dan reflektif terhadap relasi kuasa dan pelayanan. Temuan menunjukkan bahwa intervensi Tillema, meskipun memperbaiki kondisi kesehatan publik, juga turut mereproduksi tatanan hegemonik melalui kontrol atas tubuh dan ruang bumiputera. Misi yang dijalankannya bersifat ganda: membawa keadilan sosial sekaligus menyisipkan norma kolonial. Kajian ini menegaskan perlunya membaca ulang sejarah misi Kristen secara kritis dan kontekstual, terutama ketika misi dijalankan dalam ruang yang penuh ambiguitas kekuasaan.

 

 

References

Alinur. “Politik Etis pada Masa Kolonialisme Belanda di Indonesia.†Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu, 2017.

Anshory, Muhammad Isa. “Kolonialisme dan Misi Kristen di Jawa: Studi Historis tentang Dukungan Pemerintah Hindia Belanda terhadap Penetrasi Misi Kristen pada 1901-1942.†Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2010.

Bijl, Paul. Emerging Memory: Photographs of Colonial Atrocity in Dutch Cultural Remembrance. Amsterdam: Amsterdam University Press, 2015.

Budiman, Hary Ganjar. “Perkembangan Sanitasi dan Prasarana Kebersihan di Kota Bandung Awal Abad Ke-20.†Paradigma: Jurnal Kajian Budaya 12, no. 3 (2022): dung Awal. https://doi.org/10.17510/paradigma.v12i3.1172.

Colombijn, Freek. Patches of Padang: The History of an Indonesian Town in the Twentieth Century and the Use of Urban Space. Leiden: CNWS Publications, 2005.

Foucault, M. The History of Sexuality, Vol. 1: An Introductio. New York: Vintage Books, 1978.

Hasiholan, Anggi Maringan. “Misi yang Ramah dan Estetis: Rekonstruksi Misiologi Pentakostal Melalui Perspektif Hospitalitas dan Teopoetik.†Dunamis : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 8, no. 2 (2024): 882–98. https://doi.org/10.30648/dun.v8i2.1109.

Hiebert, Paul G. Christian Mission and Modern Culture: Missiologkal Implications of Fpistemologkal Shifts. Marrisburg: Trinity Press International, 1999.

Irsyam, Tri Wahyuning M. “Kristenisasi di Pulau Dewata oada Era Kolonial Belanda.†Jurnal Sejarah Citra Lekha 3, no. 1 (2018): 43. https://doi.org/10.14710/jscl.v3i1.18091.

Kartodirdjo, Sartono. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional; Dari Kolonialisme sampai Nasionalisme. Jakarta: Gramedia, 1999.

Kusno, Abidin. The Appearances of Memory: Mnemonic Practices of Architecture and Urban Form in Indonesia. Durham: Duke University Press, 2010.

Lee, Emily S. “Postcolonial Ambivalence and Phenomenological Ambiguity: Towards Recognizing Asian American Women’s Agency.†Critical Philosophy of Race 4, no. 1 (2016): 56–73.

Rahayu, Sinta. “Perkembangan Sosial Budaya Masyarakat Pemukiman Sompok Semarang Tahun 1906–1930.†Journal of Indonesian History 6, no. 1 (2017): 55–65.

Scott, David. Conscripts of Modernity: The Tragedy of Colonial Enlightenment. Durham: Duke University Press, 2004.

Sopa, Setiadi. “The Nature of Tropical Architecture in Indonesian Modernism.†Docomomo Journal 2020, no. 63 (2020): 70–75. https://doi.org/10.52200/63.A.GBS0QKW3.

Steenbrink, Karel A. Mencari Tuhan dengan Kacamata Barat; Kajian Kritis Mengenai Agama di Indonesia. Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga Press, 1988.

Stott, John. Christian Mission in the Modern World: Update and Expanded. IVP Books, 2015.

Sukardi, Josua, and Stimson Hutagalung. “Analisis Pemahaman Pola Hidup Sehat Sebagai Sarana Penginjilan di Jemaat Sion Student Hill Side Airmadidi.†Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 10, no. 7 (2024): 115–26. https://doi.org/10.5281/zenodo.10969315.

Susilo, Agus &, and Isbandiyah. “Politik Etis dan Pengaruhnya bagi Lahirnya Pergerakan Bangsa Indonesia.†Historia 6, no. 2 (2018): 403–16.

Tillema, H.F. “Kampongwee!†Groningen, 1919.

Tillema, Hendrik Freerk. Van Wonen En Bewonen, Van Bouwen, Huis En Erf. Semarang, 1913. https://www.indischeliterairewandelingen.nl/aanvullende-lectuur/van-wonen-en-bewonen-van-bouwen-huis-en-erf.

Vanvugt, Ewald. Een Propagandist van Het Zuiverste Water: H. F. Tillema (1870-1952) En de Fotografie van Tempo Doeloe. Amsterdam: Mets, 1993.

Waterson, Roxana. The Living House: An Anthropology of Architecture in South-East Asia. Tuttle Publishing, 2014.

Downloads

Published

2025-01-30

Issue

Section

Articles