Politik Identitas dan Moderasi Beragama: Implikasi Teologis dalam Membangun Toleransi Sosial di Era Disrupsi
DOI:
https://doi.org/10.46929/graciadeo.v8i1.261Keywords:
digital polarisation, identity politics, political theology, religious moderation, social tolerance, moderasi beragama, politik identitas, polarisasi digital, teologi politik, toleransi sosialAbstract
Identity politics has become a dominant phenomenon in modern societies, which sees the strengthening of groups based on religious, ethnic, and ideological identities. This dynamic, while providing a sense of belonging and solidarity within groups, has also led to profound social polarisation. In this context, religious moderation emerges as a crucial solution to ease tensions and foster peace in plural societies. This research aims to examine the relationship between identity politics and religious moderation in the formation of social tolerance, both in the digital space and in the real world, and to identify the theological implications that underlie tolerance attitudes. The method used in this research is a descriptive qualitative approach with a literature study component, which examines various literatures related to political theology, identity politics, and religious moderation. This research found that while identity politics can exacerbate social tensions, religious moderation provides an effective middle ground in embracing diversity. In addition, the actualisation of religious moderation in the digital space presents challenges in addressing the polarisation fostered by social media. The theological implications of religious moderation suggest that social tolerance can be grounded in principles that promote peace, mutual understanding, and respect for differences.
Â
Â
Â
Abstrak
Politik identitas telah menjadi fenomena dominan dalam masyarakat modern, yang memperlihatkan penguatan kelompok berdasarkan identitas agama, etnis, dan ideologi. Dinamika ini, meskipun memberikan rasa kepemilikan dan solidaritas dalam kelompok, juga menimbulkan polarisasi sosial yang mendalam. Dalam konteks ini, moderasi beragama muncul sebagai solusi penting untuk meredakan ketegangan dan membangun kedamaian dalam masyarakat plural. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara politik identitas dan moderasi beragama dalam pembentukan toleransi sosial, baik di ruang digital maupun dunia nyata, serta untuk mengidentifikasi implikasi teologis yang dapat mendasari sikap toleransi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, yang mengkaji berbagai literatur terkait teologi politik, politik identitas, dan moderasi beragama. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun politik identitas dapat memperburuk ketegangan sosial, moderasi beragama memberikan jalan tengah yang efektif dalam merangkul keberagaman. Selain itu, aktualisasi moderasi beragama dalam ruang digital memiliki tantangan tersendiri dalam menghadapi polarisasi yang ditumbuhkan oleh media sosial. Implikasi teologis dari moderasi beragama menunjukkan bahwa toleransi sosial dapat dibangun dengan prinsip-prinsip yang mendukung perdamaian, saling pengertian, dan penghargaan terhadap perbedaan.
Â
Â
References
Abror, MHD. “Moderasi Beragama Dalam Bingkai Toleransi.†RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam 1, no. 2 (2020): 137–48. https://doi.org/10.35961/rsd.v1i2.174.
Amri, Khairul. “Moderasi Beragama Perspektif Agama-Agama Di Indonesia.†Living Islam: Journal of Islamic Discourses 4, no. 2 (2021). https://doi.org/10.14421/lijid.v4i2.2909.
Arifianto, Yonatan Alex, and Kalis Stevanus. “Membangun Kerukunan Antarumat Beragama Dan Implikasinya Bagi Misi Kristen.†HUPERETES: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2020. https://doi.org/10.46817/huperetes.v2i1.44.
Basri, Junaidin, Syakira Ainun Nisa Basri, and Irma Indriyani. “Risiko Politik Identitas Terhadap Pluralisme Di Indonesia.†Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan 16, no. 3 (2022): 1027–35.
Bimrew Sendekie Belay. “Agama Dan Toleransi.†Agama Dan Toleransi, no. 8.5.2017 (2022): 2003–5.
Grassi, MartÃn. “The Holy Spirit and Ecclesiological Political Theology.†Estudios Eclesiásticos. Revista de Investigación e Información Teológica y Canónica 97, no. 380 (February 2, 2022): 145–80. https://doi.org/10.14422/ee.v97.i380.y2022.005.
Hefni, Wildani. “Moderasi Beragama Dalam Ruang Digital: Studi Pengarusutamaan Moderasi Beragama Di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri.†Jurnal Bimas Islam 13, no. 1 (2020): 1–22. https://doi.org/10.37302/jbi.v13i1.182.
Henri Sirangki, Mariani Rombe Payung, Yusri, and Alfrisa Ayo’ Payung Allo. “Memaknai Toleransi Secara Teologis Sebagai Upaya Moderasi Beragama.†Jurnal Teologi Pambelum, 2023. https://doi.org/10.59002/jtp.v3i1.57.
Herianto, Hubertus, and Robertus Wijanarko. “Populisme Berwajah Politik Identitas Keagamaan Di Indonesia.†Jurnal Filsafat Indonesia, 2022. https://doi.org/10.23887/jfi.v5i1.39581.
Iriyani Astuti Arief, Indra Lestari, and Yunita Simatupang. “Kontestasi Wacana Politik Identitas Dalam Ruang Digital Menjelang Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggra.†Journal Publicuho 6, no. 4 (2023): 1311–24. https://doi.org/10.35817/publicuho.v6i4.272.
Khalil Nurul Islam. “Moderasi Beragama Di Tengah Pluralitas Bangsa: Tinjauan Revolusi Mental Perspektif Al-Qur’an.†KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Dan Keagamaan 13, no. 1 (2020). https://doi.org/10.35905/kur.v13i1.1379.
Kumowal, Royke. “Moderasi Beragama Sebagai Tanggapan Disrupsi Era Digital.†DA’AT: Jurnal Teologi Kristen 5, no. 2 (2024): 126–50.
Kuntjoro, A Puspo. “Merawat Kemanusiaan Pendekatan Kritis Terhadap Teknologi Modern.†Respons, 2018.
Lembaga ALkitab Indoneisa. Study Bible, Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan, Seri: The Full Life, Penerbit Gandum Mas, Www.Gandum Mas.Com. Lembaga Alkitab Indonesia, 2012.
Lestari, Yeni Sri. “Politik Identitas Di Indonesia: Antara Nasionalisme Dan Agama.†Journal of Politics and Policy 1, no. 1 (2018): 19–30.
Mariyah, Siti, Mariyamah Mariyamah, Hariyun Sagita, Satrio, Lias Hasibuan, and Kasful Anwar. “Negara, Politik Dan Pendidikan Agama (Pendidikan Agama Dalam Sistem Pendidikan Nasional) Dan Teori Globalisasi Dan Revolusi Modern Dalam Perspektif Pendidikan Islam Dan Kebudayaan Di Indonesia.†Jurnal Ilmu Multidisplin, 2022. https://doi.org/10.38035/jim.v1i2.43.
Miftahul Huda N M, and Muh. Nur Rochim Maksum. “Dinamika Politik Identitas Dalam Sumber Ajaran Islam Di Indonesia : Studi Kasus Pemilu.†Terang : Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum 1, no. 3 (June 27, 2024): 159–66. https://doi.org/10.62383/terang.v1i3.406.
Mustaghfiroh, Siti. “Pengarusutamaan Nilai Moderasi Beragama Di Era Society 5.0.†Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama 2, no. 2 (2022): 1–15. https://doi.org/10.32332/moderatio.v2i2.5538.
Nashohah, Iin. “Internalisasi Nilai Moderasi Beragama Melalui Pendidikan Penguatan Karakter Dalam Masyarakat Heterogen.†Prosiding Nasional IAIN Kediri, 2021.
Parhusip, Sarianto. “Teologi Transformasional Sebagai Upaya Mereduksi Radikalisme Dan Politik Identitas Di Ruang Perjumpaan Digital.†JURNAL TERUNA BHAKTI 5, no. 2 (2023): 354–62.
Perdana, Andre Pebrian. “Dampak Politik Identitas Pada Pemilihan Umum 2024 Mendatang.†Inovasi Pembangunan : Jurnal Kelitbangan 11, no. 02 (2023): 225–40. https://doi.org/10.35450/jip.v11i02.400.
Permatasari, Rayu Mega. “Kedudukan Agama Di Era Globalisasi (Manajemen Keharmonisan Umat: Sebuah Pendekatan Multikultural).†Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah 1, no. 2 (2022): 41–53. https://doi.org/10.56874/almanaj.v1i2.589.
Prakosa, Pribadyo. “Moderasi Beragama: Praksis Kerukunan Antar Umat Beragama.†Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 2022. https://doi.org/10.37364/jireh.v4i1.69.
Puansah, Irman, Darman Syah Pulungan, and Ali Sahbana. “Politik Identitas Pada Pemilihan Kepala Desa.†Jurnal Ilmiah Muqoddimah : Jurnal Ilmu Sosial, Politik, Dan Humaniora 8, no. 1 (February 5, 2024): 340. https://doi.org/10.31604/jim.v8i1.2024.340-348.
Rantona, Safutra, and Asmaul Husna. “Ketika Agama Dan Masyarakat Digital Menjadi Senjata Baru Propagada Politik.†Jurnal Sosiologi Agama, 2018. https://doi.org/10.14421/jsa.2018.122-09.
Rantung, Dr. Djoys Anneke. “Teologi Politik Untuk Keadilan: Respons Teologis Gereja Di Tengah Menguatnya Politik Identitas.†Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik Dan Agama 2, no. 1 (2019). https://doi.org/10.36972/jvow.v2i1.21.
Rotua, Dewi Magdalena. “Toleransi Agama Dan Motif Misi Kristen.†Missio Ecclesiae 3, no. 2 (2014): 145–61.
Siswanto, Siswanto. “Pancasila Sebagai Pengawal Solidaritas Kebangsaan.†Jurnal Pertahanan & Bela Negara 9, no. 1 (2019): 109. https://doi.org/10.33172/jpbh.v9i1.502.
Sugiharto, Ayub. “Keselamatan Eksklusif Dalam Yesus Di Tengah Kemajemukan Beragama.†Angelion: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 1, no. 2 (2020): 98–112.
Sutrisno, Edy, and others. “Aktualisasi Moderasi Beragama Di Lembaga Pendidikan.†Jurnal Bimas Islam 12, no. 2 (2019): 323–48.
Syahdan, Muhammad Saddam. “Pengaruh Politik Identitas Dalam Kestabilan Ketatanegaraan Di Indonesia.†Siyasah Jurnal Hukum Tatanegara 4, no. 2 (November 11, 2024): 180–93. https://doi.org/10.32332/0tjv3a81.
Tutukansa, Aldho Faruqi. “Maraknya Pengaruh Kompleks Politik Identitas Di Indonesia.†Khazanah: Jurnal Mahasiswa 14, no. 1 (2022): 20–30. https://doi.org/10.20885/khazanah.vol14.iss1.art3.
Vatter, Miguel. “Response to Charles H. T. Lesch’s Review of Divine Democracy: Political Theology after Carl Schmitt.†Perspectives on Politics 21, no. 2 (June 1, 2023): 693–94. https://doi.org/10.1017/S1537592723000890.
X, Intansakti Pius, and Antonius Denny Firmanto. “Perintah Saling Mengasihi Menurut Yohanes 15:9-17 Dan Aplikasinya Dalam Konteks Pluralitas Agama Melalui Katekese Umat.†SAPA - Jurnal Kateketik Dan Pastoral 6, no. 1 (2021): 32–38. https://doi.org/10.53544/sapa.v6i1.237.


