Abstrak
The rapid growth of digital technology is reshaping how human beings form their identities and construct their understanding of reality, giving rise to what may be called “Homo digitalis,” persons whose personal, social, and cognitive lives are increasingly bound up with digital ecosystems and algorithmic mechanisms. Read theologically, this shift poses a pressing anthropological question: what becomes of the human identity as imago Dei when it is confronted by a post-truth culture in which truth itself is routinely diminished? Using a qualitative literature-based method, this study reaffirms the imago Dei as the ontological, relational, functional, and moral foundation of human dignity and examines how post-truth culture and algorithmic dominance threaten to distort that foundation. It argues that homo digitalis does not forfeit its identity as Imago Dei through digital transformation but is instead called to inhabit that identity responsibly within digital space. The study closes by outlining implications for the church as it forms Christian identity, digital literacy, and discipleship in a post-truth age.
Abstrak
Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah cara manusia membentuk identitas dan mengonstruksi pemahamannya terhadap realitas, sehingga melahirkan fenomena yang dapat disebut "homo digitalis,” manusia yang kehidupan personal, sosial, dan kognitifnya semakin terikat pada ekosistem digital dan mekanisme algoritmik. Dibaca secara teologis, pergeseran ini memunculkan pertanyaan antropologis yang mendesak: apa yang terjadi pada identitas manusia sebagai imago Dei ketika berhadapan dengan budaya post-truth, di mana kebenaran itu sendiri kerap direduksi? Dengan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menegaskan kembali imago Dei sebagai fondasi ontologis, relasional, fungsional, dan moral bagi martabat manusia, serta mengkaji bagaimana budaya post-truth dan dominasi algoritmik berpotensi mendistorsi fondasi tersebut. Penelitian ini berargumen bahwa homo digitalis tidak kehilangan identitasnya sebagai imago Dei akibat transformasi digital, melainkan justru dipanggil untuk menghidupi identitas tersebut secara bertanggung jawab di ruang digital. Penelitian ini ditutup dengan memaparkan implikasinya bagi gereja dalam membangun identitas Kristiani, literasi digital, dan pemuridan di era post-truth.
Artikel teks lengkap
Referensi
Adon, Mathias Jebaru, dan Yulianus Hironi Ndua. “Kisah Penciptaan Kejadian 1:1–2:4.2:5–25 sebagai Teks Penyataan Identitas Israel dan Sumbangannya bagi Persoalan Ekologi.” Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama 6 (2022): 1–15.
Alqiva, Aulia, dan Mohammad Isa Gautama. “Representasi Diri melalui Instagram oleh Mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Negeri Padang.” Jurnal Perspektif 4, no. 4 (2021): 542–54.
Andinata, Yovinus. “Konsep Manusia Menurut Dayak Wehea Kalimantan Timur dalam Terang Filsafat Martin Buber.” Sapientia Humana: Jurnal Sosial Humaniora 3, no. 2 (2023): 107–24.
Arifianto, Yonatan Alex, Elisa Nimbo Sumual, dan Yohana Fajar Rahayu. “Reflektif Teologi Digital di Era Pasca Pandemi dan Post-Truth: Strategi Edukasi Iman dan Kritik terhadap Kultur Digital.” Jurnal Salvation 6, no. 1 (2025): 68–78.
Dara, Samuel Prasetyo, dan Didit Yuliantono Adi. “Manusia Baru dalam Kolose 3:10: Sebuah Studi Biblis tentang Transformasi Hidup Kristen.” GLOSSAIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 1, no. 1 (2025): 70–84.
Darius, Darius, dan Robi Panggarra. “Konsep Manusia Baru Berdasarkan Perspektif Paulus dalam Efesus 4:17–32 dan Implementasinya dalam Kehidupan Orang Percaya.” Jurnal Jaffray 11, no. 2 (2013). https://doi.org/10.25278/jj71.v11i2.80
Karlau, Sensius Amon. “Penciptaan Manusia sebagai Representatif Allah untuk Mewujudkan Mandat Budaya Berdasarkan Kejadian 1:26–28.” Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi 5, no. 1 (2022): 122–38.
Komara, Diemas Arya, dan Shafira Nanda Widjaya. “Memahami Perilaku Informasi Gen-Z dan Strategi Melawan Disinformasi: Sebuah Tinjauan Literatur Penggunaan Media Sosial.” Jurnal Pustaka Ilmiah 10, no. 2 (2024): 155–74.
Lalala, Evalin. “Imago Dei di Era Digital: Peran Manusia sebagai Pembawa Misi Allah dalam Dunia Modern.” LIMMUD: Jurnal Ilmu Keagamaan dan Sosial Humaniora 2, no. 1 (2025): 47–60.
Leki Tamukun, Adam Yordan, et al. “Teologi di Era Post-Truth dan Tantangan Gereja dalam Menyampaikan Kebenaran di Tengah Hoaks dan Disinformasi.” Jurnal Masalah Pastoral 13, no. 1 (2025): 32–47.
Maharani, Eva, Eunike Winny Pintaruan, dan Gisela Meri Kristina. “Peran Allah dalam Penciptaan Manusia: Kajian Teologis Kitab Kejadian dan Relevansinya Masa Kini.” Sabar: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik 2, no. 4 (2025): 22–32.
Mattu, Hibur Wanti. “Semua Orang Dipilih-Nya dari Semula: Eksegese Kitab Roma 8:28–30.” KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen 1, no. 1 (2020): 1–14.
Ngafifi, Muhamad. “Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Manusia dalam Perspektif Sosial Budaya.” Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi 2, no. 1 (2014): 33–47. https://doi.org/10.21831/jppfa.v2i1.2616
Nggebu, Sostenis. “Supremasi Kristus sebagai Instrumen Dasar Membangun Devosi Pribadi Orang Percaya Berdasarkan Kolose 1:15–20.” Jurnal Gamaliel: Teologi Praktika 4, no. 2 (2022): 108–22. https://doi.org/10.38052/gamaliel.v4i2.143
Nimbo Sumual, Elisa, et al. “Amanat Agung dalam Bayang-Bayang Disinformasi: Strategi Gereja Menghadirkan Kebenaran Injil di Era Post-Truth.” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 9, no. 2 (2025): 185–94.
Nur, Dahniar, Nurfadilah Syawal Ibraya, dan Nur Riswandy Marsuki. “Dampak Sosiologi Digital terhadap Perubahan Sosial Budaya pada Masyarakat Masa Depan.” Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial 2, no. 2 (2024): 123–35. https://doi.org/10.54066/jupendis.v2i2.1518
Pangaribuan, Allen. Rancangan Allah Menciptakan Manusia “Menurut Gambar dan Rupa Kita” dalam Kejadian 1:26–27. Yogyakarta: PBMR ANDI, 2022.
Pariser, Eli. The Filter Bubble: What the Internet Is Hiding from You. New York: Penguin Press, 2011.
Pebrianto, Marhan, dan Yatin Mulyono. “Pascakebenaran (Post-Truth) dalam Kehidupan Sosial.” Berajah Journal 4, no. 3 (2024): 719–26.
Pratama Saragih, Febri Ando, Megaputri P. Gagola, dan Kevin Tomi Nanlohy. “Integrasi Teologi dan Teknologi sebagai Upaya Doing Theology di Era Digitalisasi.” Missio Ecclesiae 14, no. 1 (2025): 1–18.
Purwonugroho, Daniel Pesah. “Transformasi Kehidupan Rohani Jemaat dalam Era Digital: Implikasi Digital Religion terhadap Pendidikan Agama Kristen.” Ritornera: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia 5, no. 1 (2025): 60–76.
Purwoto, Heri. “Transformasi Kepribadian melalui Augmentasi Teknologi: Perspektif Imago Dei.” Jurnal Teologi Cultivation 9, no. 2 (2025): 425–51.
Putra, Adi, dan Yane Henderina Keluanan. “Dampak Kejatuhan Manusia terhadap Kerusakan Ekologi Menurut Kejadian 3.” HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 3, no. 2 (2022): 116–26. https://doi.org/10.46817/huperetes.v3i2.98
Rahayu, Yohana Fajar, Elisa Nimbo Sumual, dan Yonatan Alex Arifianto. “PAK dan Teologi Martabat Manusia: Integrasi Imago Dei dalam Moralitas dan Etis Generasi Muda.” MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen 4, no. 2 (2025): 101–11.
Riawan, Riawan, dan Mozes Lawalata. “Filsafat dan Iman: Memahami Kebenaran Mutlak dalam Teologi Kristen.” Jurnal Silih Asah 1, no. 2 (2024): 23–35.
Salsabila, Ananda Ade, dan Haerani Nur. “Representasi Diri di Sosial Media: Antara Identitas Nyata dan Identitas Virtual.” PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora 4, no. 4 (2025): 5601–20.
Santoso, Bagus, et al. “Representasi Kehidupan Ideal dan Tekanan Sosial di Instagram: Terhadap Strategi Pencitraan Diri Dikalangan Anak Muda.” Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial 2, no. 12 (2025): 787–96.
Subowo, Adhika Tri. “Membangun Spiritualitas Digital bagi Generasi Z.” DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 5, no. 2 (2021): 379–95. https://doi.org/10.30648/dun.v5i2.464
Taneo, Rolin Ferdilianto Sandelgus. “Manusia sebagai Homo Digitalis: Suatu Wacana Teologi Publik Gereja atas Keterlemparan Manusia di Ruang Digital.” SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 5, no. 1 (2024): 55–69.
Turkle, Sherry. Alone Together: Why We Expect More from Technology and Less from Each Other. New York: Basic Books, 2011.
Tudang, Tirsa. “Analisis Teologis terhadap Relasi Manusia dengan Allah dan Sesamanya dalam Konsep Imago Dei Karl Barth Kejadian 1:26–28.” Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 4, no. 1 (2025): 53–62.
Utomo, Bimo Setyo. “Tafsir Kejadian 2:15 sebagai Konstruksi Memahami Pelayanan dan Tanggung Jawab Orang Percaya terhadap Lingkungan.” BIA’: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual 3, no. 2 (2020): 230–45.
Waston, M. H. Filsafat Post-Truth: Krisis Kebenaran dan Tantangan Rasionalitas di Era Digital. Muhammadiyah University Press, 2025.
Wijaya, Hengki. “Eksposisi Gambar Allah Menurut Penciptaan Manusia Berdasarkan Kejadian 1:26–28.” Jurnal Teologi Gracia Deo 4, no. 1 (2011): 45–62.
Wijaya, Hengki. “Pengenaan Manusia Baru di Dalam Kristus: Natur, Proses, dan Fakta serta Implikasi Teologis dan Praktisnya.” Jurnal Jaffray 14, no. 1 (2016): 109–30.
Yehezkiel, Reinhard, Yonatan Alex Arifianto, dan Reni Triposa. “Ketika Layar Menggantikan Mimbar: Firman dalam Bayang-Bayang Teknologi.” Alucio Dei 10, no. 1 (2026): 1–15.
Penulis

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.