Dialog sebagai Misi: Reinterpretasi Amanat Agung dalam Konteks Pluralisme Indonesia

Authors

DOI:

https://doi.org/10.46929/graciadeo.v8i2.293

Keywords:

Christian mission; Indonesian religious pluralism; interfaith dialogue; missio Dei; dialog antaragama; misi Kristen; pluralisme Indonesia

Abstract

This article highlights the need to reinterpret the Christian mission in Indonesia, shifting from a colonial paradigm focused on church expansion toward a contextual mission grounded in local culture and interreligious dialogue. Previous studies have shown that traditional missions, from the Middle Ages to the early twentieth century, emphasized saving souls and church extension or church planting, often neglecting social transformation, cultural inclusion, and interfaith dialogue. Contemporary mission theologians, such as David J. Bosch, Andrew Kirk, Raimundo Panikkar, Paul Knitter, and Lalsangkima Pachuau, stress the importance of crossing religious boundaries, fostering community participation, and contextualizing mission praxis. However, the practical implementation of these perspectives in Indonesia remains limited, particularly in managing the tension between proselytism and dialogical engagement. This study employs a qualitative, library-based approach with critical-theological analysis. Findings indicate that interfaith dialogue can coexist with Christian mission, broadening the church’s vocation to address human welfare, cultural respect, and service to the marginalized. The originality of this research lies in the reinterpretation of the Great Commission as a mandate to realize the missio Dei in a reconciliatory, inclusive, and contextually grounded manner, offering a mission model relevant to Indonesia’s pluralistic society.

 

 

Abstrak

Artikel ini menyoroti perlunya reinterpretasi misi Kristen di Indonesia dari paradigma kolonial yang berfokus pada ekspansi gereja menuju model misi kontekstual berbasis budaya dan dialog antaragama. Studi terdahulu menegaskan bahwa misi tradisional, dari Abad Pertengahan hingga awal abad ke-20, menekankan penyelamatan jiwa dan pendirian gereja, seringkali mengabaikan transformasi sosial, inklusi budaya, dan dialog antaragama. Pergeseran paradigma misi kontemporer, sebagaimana dikemukakan oleh David J. Bosch, Andrew Kirk, Raimundo Panikkar, Paul Knitter, dan Lalsangkima Pachuau, menekankan keterbukaan lintas agama, partisipasi komunitas, dan kontekstualisasi, namun implementasinya di Indonesia masih terbatas, khususnya dalam mengelola ketegangan antara proselitisme dan dialog. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dan analisis teologis-kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa dialog antaragama dapat berjalan seiring dengan misi Kristen, memperluas panggilan gereja terhadap isu kemanusiaan, penghormatan budaya, dan pelayanan kepada kaum miskin. Kebaruan penelitian ini terletak pada reinterpretasi Amanat Agung sebagai mandat untuk mewujudkan missio Dei secara rekonsilatif, inklusif, dan kontekstual, sekaligus menawarkan model misi yang relevan bagi masyarakat majemuk di Indonesia.

 

 

References

Artanto, Widi. Menjadi Gereja Misioner dalam Konteks Indonesia. Yogyakarta: Kanisius; Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1997.

Badan Pusat Statistik. Hasil Sensus Penduduk 2010: Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia. Jakarta: BPS, 2011.

Becker, Dieter. “Changing Paradigms in Mission Theology in View of Global Challenges, Interreligious Conflicts, and Secular Scepticism towards Religious Institutions and Movements.” Dalam Mission Still Possible? Global Perspectives on Mission Theology and Mission Practice, diedit oleh Jochen Motte dan Andar Parlindungan. Solingen: Foedus-Verlag; United Evangelical Mission, 2017.

Bitole, Joseph Kato. “Reflection on Interreligious Dialogue: An African Pastoral Perspective.” Dalam Mission and Dialogue: Approaches to a Communicative Understanding of Mission, diedit oleh Klaus Kraemer dan Klaus Vellguth. Philippines: Claretian Publications, 2012.

Bosch, David J. Transformasi Misi Kristen: Sejarah Teologi Misi yang Mengubah dan Berubah. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2016.

Budiman, Arief. “Dimensi Sosial Ekonomi dalam Konflik Agama.” Dalam Dialog: Kritik dan Identitas Agama. Yogyakarta: Interfidei, 2004.

Dojčár, Martin. “Dialogue as a Form of Proclamation.” Acta Missiologica 12, no. 2 (2018).

Fuad, Zainal. Religious Pluralism in Indonesia: Muslim-Christian Discourse. Disertasi, Hamburg University, 2007.

Goheen, Michael W. Introducing Christian Mission Today: Scripture, History and Issues. Downers Grove, IL: InterVarsity Press, 2014.

Hehanussa, Jozef M. N. “New Challenges for Christian Mission in the Context of Religious Fundamentalism and Radicalism.” Dalam Mission Still Possible? Global Perspectives on Mission Theology and Mission Practice, diedit oleh Jochen Motte dan Andar Parlindungan. Solingen: Foedus-Verlag; United Evangelical Mission, 2017.

Hesselgrave, David. Mengkomunikasikan Kristus secara Lintas Budaya. Malang: Literatur SAAT, 2013.

Kirk, J. Andrew. What Is Mission? Theological Explorations. London: Darton, Longman and Todd Ltd., 1999.

Knitter, Paul F. Uniqueness of Jesus: A Dialogue with Paul F. Knitter. Diedit oleh Paul Mojzes dan Leonard Swidler. Maryknoll, NY: Orbis Books, 1997.

Kraemer, Klaus. “Mission in Dialogue.” Dalam Mission and Dialogue: Approaches to a Communicative Understanding of Mission, diedit oleh Klaus Kraemer dan Klaus Vellguth. Philippines: Claretian Publications, 2012.

Mojzes, Paul. “Christian Mission and Interreligious Dialogue.” Dalam Religions in Dialogue, vol. 4, diedit oleh Paul Mojzes dan Leonard Swidler. Lewiston, NY: Edwin Mellen Press, 1990.

Newbigin, Lesslie. Injil dalam Masyarakat Majemuk. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1999.

Pachua, Lalsangkima. “Missiology in a Pluralistic World.” International Review of Mission 89 (2000): 539–555. https://doi.org/10.1111/j.1758-6631.2000.tb00243.x.

Panikkar, Raimundo. “The Christian Challenge for the Third Millennium.” Dalam Christian Mission and Interreligious Dialogue, diedit oleh Paul Mojzes dan Leonard Swidler. Lewiston, NY: Edwin Mellen Press, 1990.

Phan, Peter C. In Our Own Tongue: Perspectives from Asia on Mission and Inculturation. Maryknoll, NY: Orbis Books, 2003.

Senior, Donald, dan Carroll Stuhlmueller. The Biblical Foundations for Mission. Maryknoll, NY: Orbis Books, 1999.

Sumartana, Th. “Menuju Dialog Antariman.” Dalam Dialog: Kritik dan Identitas Agama. Yogyakarta: Dian/Interfidei, 2004.

Susanta, Yohanes Krismantyo. “Menuju Misi Kristen yang Mengedepankan Dialog Antariman.” Thronos: Jurnal Teologi Kristen 1, no. 2 (2020).

Susanta, Yohanes Krismantyo, dan Febria Brianiupa. “From Debate to Dialogue: Authentic Interfaith Friendship from the Perspective of Christian Theology.” Dialog 44, no. 1 (2021).

Vigil, José M. Theology of Religious Pluralism. Berlin: Lit Verlag Dr. W. Hopf, 2008.

Downloads

Published

2025-07-30

Issue

Section

Articles