Krisis Kebenaran dan Tanggung Jawab Gereja Pendekatan Teologi Misi dalam Membangun Gerakan Misioner di Era Post-Truth

Elisa Nimbo Sumual (1)
(1) Sekolah Tinggi Alkitab Batu, ID

Abstract

The development of digital society and the emergence of the post-truth era indicate that objective facts are often no longer the primary basis for the formation of public opinion but are instead influenced by subjective emotions rooted in personal beliefs. This situation presents a serious challenge for the church as a community of faith that is theologically called to bear witness to God’s truth in the midst of the world. This study aims to analyze the crisis of truth in the post-truth era and to examine the church’s responsibility through a missiological approach in building a relevant and transformative missionary movement. The research method employed is a descriptive qualitative approach through a literature review. It can be concluded that the concept of truth from a Christian theological perspective emphasizes the importance of a solid theological foundation in responding to the challenges of the post-truth era. Missiology within the missio Dei paradigm, together with the church’s responsibility, demonstrates that the development of an ethics of truth in the digital age is a calling inseparable from the church’s identity. Ultimately, the reconstruction of the church’s missional movement in the post-truth era must be contextual, transformative, and oriented toward restoration and bearing witness to truth within society.


 


Abstrak


Perkembangan masyarakat digital dan munculnya era post-truth menunjukkan bahwa fakta objektif sering kali tidak lagi menjadi dasar utama dalam pembentukan opini publik, melainkan dipengaruhi oleh emosi subjektif berdasarkan keyakinan pribadi. Kondisi ini menghadirkan tantangan serius bagi gereja sebagai komunitas iman yang secara teologis dipanggil untuk menjadi saksi kebenaran Allah di tengah dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis krisis kebenaran di era post-truth serta menelaah tanggung jawab gereja melalui pendekatan teologi misi dalam membangun gerakan misioner yang relevan dan transformatif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka. Konsep kebenaran dalam perspektif teologi Kristen menegaskan pentingnya fondasi teologis yang kokoh untuk merespons tantangan era post-truth. Teologi misi dalam paradigma missio Dei, bersama dengan tanggung jawab gereja, menunjukkan bahwa pembangunan etika kebenaran di era digital merupakan panggilan yang tidak terpisahkan dari identitas gereja. Pada akhirnya, rekonstruksi gerakan misioner gereja di era post-truth harus bersifat kontekstual, transformatif, dan berorientasi pada pemulihan serta kesaksian akan kebenaran di tengah masyarakat.

Full text article

Generated from XML file

References

Ardyan, Elia, et al. Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif: Pendekatan Metode Kualitatif dan Kuantitatif di Berbagai Bidang. PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2023.

Arifianto, Yonatan Alex, Elisa Nimbo Sumual, and Yohana Fajar Rahayu. “Reflektif Teologi Digital di Era Pasca Pandemi dan Post-Truth: Strategi Edukasi Iman dan Kritik Terhadap Kultur Digital.” Jurnal Salvation 6, no. 1 (2025): 68–78.

Arifianto, Yonatan Alex, Jerry Fanny Tiwa, and Roike R. Kowal. “Tantangan Pastoral dalam Menghadapi Kehidupan Jemaat Era Posttruth: Jawaban Gereja dalam Krisis Kontemporer.” DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 4, no. 1 (2024): 24–31.

Badjie, Stasia Daeng, and Afriani Manalu. “Dialog Budaya dan Teologi Menuju Pendidikan Kristen yang Transformatif.” HAGGADAH: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 6, no. 2 (2025): 76–98.

Basuki, Basuki, et al. “Perjalanan Menuju Pemahaman yang Mendalam Mengenai Ilmu Pengetahuan: Studi Filsafat tentang Sifat Realitas.” Jurnal Ilmiah Global Education 4, no. 2 (2023): 722–734.

Bilo, Dyulius Thomas. “Korelasi Landasan Teologis dan Filosofis dalam Pengembangan Prinsip dan Praksis Pendidikan Agama Kristen.” Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi 3, no. 1 (2020): 1–22.

Bria, Vinny Febri Setiawati. “Kebenaran Itu Terus Berkembang: Analisis Konstruksi Kebenaran di Era Post-Truth Melalui Filsafat Proses Whitehead.” Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies 4, no. 3 (2024): 205–222.

Christie, Chanita. “Pemuridan Remaja Kristen di Era Digital: Strategi Kontekstual Melalui Pendidikan Agama dan Literasi Iman Bangsa-Bangsa.” REDOMINATE Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 6, no. 2 (2025): 18–34.

Dias, Carlos Pedro, Bruno Reis, and Paula Lopes. “Post-Truth and Democracy: A Reflection on Disinformation Mechanisms.” RIPS: Revista de Investigaciones Políticas y Sociológicas 21, no. 1 (2022): 115–126.

Djajadi, Soewieto, Aji Suseno, and Yohana Fajar Rahayu. “Integrasi Teologi Penginjilan dan Misi Digital dalam Kepemimpinan Gereja Era Teknologi.” Ritornera: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia 5, no. 2 (2025): 213–226.

Djami, Ferdi Arison Ga, and Harun Y. Natonis. “Peran Iman Kristen dalam Membentuk Karakter dan Etika Generasi Muda di Era Digital.” Adiba: Journal of Education 4, no. 4 (2025): 215–226.

Engelsviken, Tormod. “Missio Dei: The Understanding and Misunderstanding of a Theological Concept in European Churches and Missiology.” International Review of Mission 92 (2003): 481–497.

Halawa, Faa, and Aprianus Lendrik Moimau. “Kajian Eklesiologi: Otoritas Gereja dalam Mempertahankan Essentia dan Identitas Pemuda Ditengah Arus Perubahan Zaman di Era Postmodern.” Jurnal Voice 5, no. 2 (2025): 109.

Hasan, Mohammad Nuh. “Respons Positif Teologi Kristen Protestan terhadap Sekularisasi di Dunia Barat Modern.” Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat 21, no. 2 (2022): 239–262.

Humaini, Nurhasanah Haspiani. “Ekspresi Keagamaan dan Kekerasan Simbolik di Media Massa.” Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi 6, no. 2 (2025): 216–223.

Hudaya, Nofia, et al. “Dialog sebagai Misi: Reinterpretasi Amanat Agung dalam Konteks Pluralisme Indonesia.” Jurnal Teologi Gracia Deo 8, no. 2 (2025): 321–333.

Hutagalung, Agustina, and Rencan Carisma Marbun. “Transformasi Gereja di Era Digital: Kajian Teologis Pra dan Pasca Internet.” Pengharapan: Jurnal Pendidikan dan Pemuridan Kristen dan Katolik 2, no. 2 (2025): 83–95.

Ikre, William S. T. D., and Francis Abubokhale. “The Christian Faith as Knowledge of the Truth and Love.” Education 4, no. 5 (2024): 338–347.

Illu, Jonidius, Enry Yakobus Duapadang, and Robert P. Borrong. “Bermisi dalam Masyarakat Majemuk Melalui Dialog dan Kerja Sama.” Manna Rafflesia 11, no. 1 (2024): 26–40.

Kim, Kirsteen. “Post-Modern Mission: A Paradigm Shift in David Bosch’s Theology of Mission?” International Review of Mission 90 (2000): 172–179.

Kurniawati, Aditia Esthy, et al. “Analisis Perkembangan dan Relevansi Teori Komunikasi Digital dalam Era Media Sosial: Suatu Kajian Literatur.” Amerta Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 4, no. 3 (2024): 124–134.

Lalala, Evalin. “Imago Dei di Era Digital: Peran Manusia sebagai Pembawa Misi Allah dalam Dunia Modern.” LIMMUD: Jurnal Ilmu Keagamaan dan Sosial Humaniora 2, no. 1 (2025): 47–60.

Lumbantobing, Kristin Danayun, and Riris Johanna Siagian. “Tantangan dan Peluang Gereja dalam Pembentukan Karakter di Era Modern.” EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership 6, no. 2 (2025): 194–206.

Mabaha, Mikhail, and Aska Aprilano Pattinaja. “Integrasi Iman, Pendidikan Moral dan Ilmu Pengetahuan dalam Perspektif Kristen: Sebuah Studi Teologi Filsafat Pendidikan.” Saint Paul's Review 5, no. 2 (2025): 372–386.

Maluw, Fanda Wilhelmina, et al. “Misi sebagai Pedagogi Pembebasan: Suatu Pendekatan Teologis terhadap Pendidikan dan Transformasi Sosial.” Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen: Arastamar 1, no. 4 (2025): 1–18.

Maluw, Fanda Wilhelmina, and Evi S. E. Tumiwa. “Etika Solidaritas: Kepemimpinan Transformatif dalam Gereja.” Imitatio Christo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2, no. 1 (2026): 37–53.

Mawikere, Marde Christian Stenly, and Sudiria Hura. “Kontekstualisasi dalam Perjanjian Baru sebagai Fondasi Teologi Konstruktif yang Responsif dan Inklusif.” Jurnal Teologi Cultivation 9, no. 2 (2025).

Mendeh, Miracle, et al. “Misi Kristiani di Tengah Pluralitas: Dialog Iman sebagai Wujud Kesaksian Injil.” ATOHEMA: Jurnal Teologi Pastoral Konseling 3, no. 1 (2026): 73–95.

Mokoagow, Fero Natanael, and Fitzerald Kennedy Sitorus. “Menyingkap Kebenaran dalam Era Post-Kebenaran: Telaah Hermeneutik Heideggerian atas Media Kontemporer.” Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE) 4, no. 3 (2025): 557–562.

Natalia, Elisasmita, et al. “Transformasi Digital dan Komunitas Iman: Peluang dan Tantangan bagi Gereja dalam Era Globalisasi Informasi.” Jurnal Ilmiah Multidisiplin 2, no. 2 (2025): 153–164.

Padakari, Seprianus L., and Rezeki Putra Gulo. “Teologi dan Keadilan Sosial: Peran Gereja dalam Merespons Ketimpangan Global.” Tumou Tou 12, no. 1 (2025): 41–52.

Peranginangin, Indira Fatra Deni, Putri Rahmadhani Lubis, and Muhammad Qusyairi Batubara. “Dinamika Media Massa dan Perubahan Sosial di Indonesia.” Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial 9, no. 2 (2025): 58–69.

Riawan, Riawan, and Mozes Lawalata. “Filsafat dan Iman: Memahami Kebenaran Mutlak dalam Teologi Kristen.” Jurnal Silih Asah 1, no. 2 (2024): 23–35.

Rousi, Rebekah, and Ville Vakkuri. “Introduction to Ethics in the Age of Digital Communication.” arXiv (2023): 50–58.

Salurante, Tony, Dyulius Th. Bilo, and David Kristanto. “Transformasi Komunitas Misi: Gereja sebagai Ciptaan Baru dalam Roh Kudus.” Kurios (2021): 136–148.

Salurante, Tony, and Dewi Yuliana. “Pemahaman Tritunggal dan Perbedaan Pandangan tentang Misi.” Jurnal Teologi Gracia Deo 4, no. 1 (2021): 66–78.

Santosa, Hansen, Yosef Antonius, and Jacob Mesakh. “Teologi Penciptaan sebagai Paradigma Epistemologis dalam Menanggapi Krisis Kebenaran Era Post-Truth.” Jurnal Teologi Cultivation 9, no. 1 (2025): 54–69.

Authors

Elisa Nimbo Sumual
esumual1@yahoo.com (Primary Contact)

Article Details